
![]() |
|
Bermula dari kesukaan terhadap musik cadas yang hangar bingar, Down For Life terbentuk pada awal 2000. Dengan formasi awal Stephanus Adjie memegang kendali vokal, sebagai founder bersama Anang Farid a.k.a Achenk pada drum, kemudian mengajak beberapa teman; Ahmad Azhari a.k.a Jojo sebagai bassis dan memakai satu gitaris Imam Santoso. Pada awalnya sangat terpengaruh band–band Lost and Found seperti Backfire! maupun band–band NYHC seperti Madball, Agnostic Front maupun 25 Ta Life. Kemudian Down For Life kembali pada basic root-nya yang lebih condong ke metal, terutama ketika seorang drummer kawakan, Doddy PDD, yang sebelumnya bermain bersama Traxtor, Brutal Corpse dan Broken Hell bergabung dan mengeser posisi Achenk untuk bermain gitar. Namun karena kesibukannya Achenk mengundurkan diri. Untuk beberapa saat berjalan dengan formasi berempat, akhirnya mendapatkan gitaris tetap yaitu Sigit Santoso dari Full Stricken dan xCorrupshiTx, juga adik kandung dari Imam untuk melengkapi formasi Down For Life. Perbedaan visi misi dan hal–hal yang bersifat pribadi, terutama karena masalah keluarga, Doddy memutuskan keluar dari band. Tapi hal ini dapat diantisipasi karena sebelumnya sudah ada additional player, seorang drummer muda dari band crustcore Arm Of The View, Wahyu Jayadie a.k.a Uziel, kemudian bergabung menjadi anggota keluarga termuda dalam Down For Life. 2010 dibuka dengan hengkangnya kakak beradik Imam Santoso dan Sigit Pratama. Tidak larut dalam polemik Down For Life langsung mengaudisi mencari gitaris baru. Setelah melalui proses yang cukup melelahkan, akhirnya terpilih Moses Rizky, yang merupakan additional gitar Down For Life dan juga gitaris Remain Silent dan Rio Baskara, gitaris band stoner Sofre Moreou. Dengan formasi berlima dan pengaruh band–band metalcore seperti Killswitch Engage, Chimaira, Unearth, All Out War hingga Converge, bisa dikatakan bahwa Down For Life adalah band hardcore yang memainkan metal. Individu yang terlibat dalam band ini bisa dikatakan hampir tidak pernah mengalami perubahan berarti. Semua individu sampai saat ini masih berkecimpung didalamnya meski tidak berada dalam divisi musik. Hal ini menunjukan bahwa Down For Life bukan saja sebuah band tapi adalah keluarga yang mempunyai komitmen visi dan misi yang sama namun tidak terikat. Dengan kerja tim dengan dukungan kerja crew yang maksimal, Down For Life mampu menyuguhkan performance dan sound yang liar. Tentu ditunjang dari pengalaman individunya dengan latar belakang sebelumnya. Band ini menjadi salah satu momok yang ditakuti kuping–kuping mainstream dan band yang selalu ditunggu oleh penggila musik cadas di kota Solo. Setelah menjelajahi beberapa gigs lagi baik di dalam dan luar kota., Down For Life, kembali ke studio rekaman di Studio Biru. Persiapan materi yang diambil dari beberapa lagu dari album bootleg dan promo dengan aransemen dan lirik baru, proses rekaman sampai mastering berlangsung dari bulan November 2007 sampai Januari 2008. Sebuah minor label baru aliansi dari the ThiNK kolektif dan Belukar clothing bernama Belukar Records, membantu pendanaan dan merilis debut album resmi Down For Life ini yang berhasil mengandeng brand rokok nasional X Mild dengan program X Mild Noize nya. Dari masalah desain inilah kalimat Pasukan Babi Neraka terlontar, yang awalnya dipakai untuk desain kaos, Tatuk dari Evergreen, Stephanus Adjie dari Down For Life dan Jahloo Gomes dari Belukar lah yang bertanggung jawab atas kalimat itu. Pasukan Babi Neraka yang kemudian berkembnag menjadi semacam julukan bagi teman–teman dan penggemar Down For Life. Sementara Pasukan Babi Neraka sendiri mempunyai konsep dari logo Down For Life yaitu babi, yang merupakan binatang menjijikkan, serakah, kotor bahkan dianggap haram tapi dagingnya juga disukai karena kelezatannya, sebuah paradigma yang menarik, demikian juga dengan Down For Life yang tentu saja banyak yang menyukai musiknya tapi tidak sedikit juga yang tidak suka. Tapi Pasukan Babi Neraka ini terus berkembang baik kuantitas maupun kualitasnya. Bulan Mei 2008, debut album Down For Life bertitel “Simponi Kebisingan Babi Neraka” dirilis dalam format CD oleh Belukar Records. Akhirnya perjuangan hampir sepuluh tahun ini memberi bukti karya nyata. Dicetak 1000 buah dan sampai akhir tahun 2008 terjual lebih dari 800 buah dengan distribusi hampir di kota besar di Indonesia, Malaysia dan Singapura. Dan pada pertengahan 2009, album “Simponi Kebisingan Babi Neraka” sudah terjual habis. Sementara persiapan rilisan album kedua sudah mencapai tahap pengumpulan materi tahap akhir dan mulai proses produksi pada awal tahun depan. Sementara untuk records labelnya saat ini ada tawaran serius dari Fast Youth Records dengan distribusi dari De Majors Records. |